Artikel Arti Kata Sihoreng dan Manahoreng dalam Kamus Bahasa Sunda

Artikel Arti Kata Sihoreng dan Manahoreng dalam Kamus Bahasa Sunda


Bahasa Sunda adalah salah satu bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat Jawa Barat, Banten, Jakarta, dan sebagian Lampung. Bahasa Sunda memiliki banyak kosakata yang khas dan unik, salah satunya adalah kata sihoreng dan manahoreng. Apa arti kata sihoreng dan manahoreng dalam kamus bahasa Sunda? Bagaimana contoh penggunaannya dalam percakapan sehari-hari? Berikut penjelasannya.

Arti Kata Sihoreng dan Manahoreng

Menurut kamus bahasa sunda, kata sihoreng dan manahoreng adalah kecap anteuran atau kecap panganteur yang memiliki arti aspek inkoatif (kalakuan mimiti). Artinya, kata-kata ini menunjukkan suatu tindakan yang baru dimulai atau sedang berlangsung. Kata sihoreng dan manahoreng termasuk ke dalam bahasa loma atau bahasa sedang. Bahasa halusnya adalah baruk atau beu.

Arti kata sihoreng dalam terjemahan bahasa Indonesia adalah ‘nih’. Kata sihoreng berfungsi untuk menyodorkan sesuatu. Biasanya untuk mengantarkan kata bawa atau cokot (loma) dan candak (lemes). Kata bawa, cokot dan candak merupakan sinonim, artinya ‘bawa’.

Arti deuh dalam terjemahan bahasa Indonesia ialah ‘sini’. Kata deuh berfungsi untuk mengambil atau mempersilakan orang lain untuk memberikan ke penutur. Dalam undak usuk bahasa Sunda, kata deuh termasuk bahasa loma. Bahasa halusnya yaitu beu. Kata deuh dan beu biasanya berfungsi untuk mengantarkan kata kadieukeun (ke sinikan), ka urangkeun (ke sayakan), atau ka abdikeun (ke sayakan).

Contoh Penggunaan Kata Sihoreng dan Manahoreng

Berikut beberapa contoh penggunaan kata sihoreng dan manahoreng dalam percakapan sehari-hari:

Udin: Jang hayang nangka? (Jang mau nangka?) Ujang: Hayang. (Mau) Udin: Yeuh cokot! (Nih ambil!)

Udin: Jang ieu kapihapéan duit ti Mang Asep. (Jang ini saya ketitipan uang dari Mang Asep) Ujang: Deuh kadieukeun! / beu kadieukeun (Mari ke sinikan)

Ujang: Jang ieu teh minantu na Pa Haji Murod. (Jang ini anaknya Pak Haji Murod) Udin: Sihoréng? / baruk? (Ternyata?) Ujang: Enya, geningan gumujeng na ogé jiga Pa Haji. (Iya, senyumnya juga mirip Pak Haji)

Udin: Jang ieu teh incuna Ma Icih. (Jang ini cucunya Mak Icih) Ujang: Manahoréng? / beu? (Ternyata?) Udin: Enya, ngaranna Asep ogé. (Iya, namanya Asep juga)

Kesimpulan

Kata sihoreng dan manahoreng adalah kosakata yang sering diucapkan dalam percakapan sehari-hari di kalangan orang Sunda. Kata sihoreng dan manahoreng termasuk kecap anteuran atau kecap panganteur yang memiliki arti aspek inkoatif (kalakuan mimiti). Artinya, kata-kata ini menunjukkan suatu tindakan yang baru dimulai atau sedang berlangsung. Arti kata sihoreng dalam terjemahan bahasa Indonesia adalah ‘nih’. Arti deuh dalam terjemahan bahasa Indonesia ialah ‘sini’. Kata sihoreng dan manahoreng termasuk ke dalam bahasa loma atau bahasa sedang. Bahasa halusnya adalah baruk atau beu.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin belajar lebih lanjut tentang bahasa Sunda. Terimakasih semoga dapat bermanfaat.